Monday, April 11, 2011

Keindahan Rekabentuk Bunga Sabun

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Kiriman: Gee @ e-kampung

Technorati Tags: ,,

Read more »

JIKA UMUR TELAH MENCAPAI EMPAT PULUH TAHUN

Oleh: Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim


Saudaraku tercinta, di manakah kita di antara mereka?
‘Abdullah bin Dawud berkata, “Adalah salah satu dari mereka (kaum Salaf), jika umurnya telah mencapai empat puluh tahun, maka mereka menggulung tempat tidurnya, mereka sama sekali tidak tidur. Akan tetapi memenuhi malamnya dengan shalat, tasbih, dan istighfar… mereka menggantikan waktu (umur) yang telah lalu dengan kebaikan dan menyiapkan diri untuk menghadapi kehidupan yang akan datang.”
Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang cerdas,
mereka menolak dunia dan takut akan fitnahnya.
Mereka melihat apa yang ada di dalamnya, ketika mereka tahu,
bahwa tidak ada tempat bagi orang yang hidup di dalamnya.
Mereka menjadikannya sebagai gelombang,
dan menjadikan amal sebagai kapal.
‘Abdullah bin Tsa'labah berkata dalam nasihatnya, “Tertawalah engkau, barangkali kain kafan untukmu telah ada di tangan tukang potong kain!!”  [1]


Wahai orang yang sedang tidur, perjalanan telah dimulai. Wahai yang membuat bangunan di atas tangga-tangga yang penuh dengan air bah, cepatlah melakukan amal sebelum umurmu punah… janganlah engkau melupakan Dzat Yang menghitung hembusan nafasmu saat perjumpaan denganmu.
Saudaraku tercinta…
Ambillah rizki secukupnya,
ambillah yang jernih dari kehidupan ini.
ini semua akan berakhir,
bagaikan lentera ketika padam.
Yahya bin Mu’adz rahimahullah berkata, “Dunia adalah tempat kesibukan, sedangkan akhirat adalah tempat terjadinya hal-hal yang menakutkan. Dan senantiasa seorang hamba ada di antara kesibukan dan juga kegoncangan (hal-hal yang menakutkan) sehingga datang kepadanya keputusan, ke Surgakah ia atau ke Neraka.” [2]

Saudaraku semuslim…
Siapa yang mencurahkan kemampuannya untuk berfikir dengan sempurna, dia akan memahami bahwa dunia ini adalah sebuah perjalanan, maka dia akan selalu mengumpulkan perbekalan untuknya. Dia juga tahu bahwa perjalanan tersebut dimulai dari punggung seorang ayah, menuju perut seorang ibu, lalu ke dunia, ke kuburan, setelah itu menuju alam Mahsyar, dan yang terakhir menuju tempat yang abadi. Inilah tempat keselamatan dari segala “penyakit,” yaitu tempat yang kekal abadi. Sedangkan syaitan menawan kita untuk tetap menuju dunia, sehingga kita terus bersemangat dalam keluarga yang hancur berantakan, kemudian dia selalu mendorong kita menuju tempat kita semula. Ketahuilah bahwa batas kehidupan di dunia hanyalah hitungan nafas, perjalanan yang cepat dan tak terasa bagaikan perjalanan sebuah kapal yang tidak dirasakan oleh penumpang yang duduk di atasnya.


Sudah semestinya, dia harus memiliki bekal, dan tidak ada bekal menuju perjalanan akhirat kecuali ketakwaan. Oleh karena itu, seseorang haruslah sabar dan merasakan lelahnya kehidupan dalam melaksanakan ketakwaan, sehingga dalam perjalanannya dia tidak berkata, “Ya Rabb-ku! Kembalikanlah aku.”
Dan dikatakan kepadanya, “Tidak!” Maka hendaklah orang yang lalai mewaspadai sifat malas dalam perjalanannya, karena sesungguhnya Allah akan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang yang memutuskan perjalanannya sebagai ancaman baginya dengan harapan agar mereka tidak menyimpang dari jalan yang lurus. Siapa yang menyimpang dari jalan-Nya yang lurus lalu melihat sesuatu yang ditakutinya, maka kembalilah kepada Allah dari jalan yang dilaluinya dengan bertaubat dari kemaksiatan.[3]


Keadaan di dunia sebagaimana disifati oleh ar-Rabi' bin Khaitsam, ketika beliau ditanya, “Bagaimana keadaanmu pagi ini wahai Abu Yazid?” Beliau menjawab, “Di pagi ini aku berada dalam keadaan lemah dan penuh dengan dosa, kita memakan rizki kita sambil menunggu ajal kita.” [4]


Syumaith bin ‘Ajlan jika menyifati ahli dunia, beliau berkata, “Mereka semua bingung dan mabuk, penunggang kudanya berlari, sedangkan pejalan kaki berjalan dengan kakinya, yang fakir dan yang kaya tidak pernah merasa puas di dalamnya.” [5]


Saudaraku…
Bersikap qana’ahlah dengan duniamu dan relalah dengan yang ada padamu, karena di dalamnya tidak ada kesenangan selain kesenangan badan. Siapa saja yang mempersiapkan dirinya untuk berjumpa dengan Allah, dan menggunakan waktunya untuk melakukan amal-amal yang bemanfaat baginya, maka Allah akan memberikan kemanfaatan baginya di hari Kiamat. Oleh karena itu, dia akan berbahagia pada suatu hari di mana harta dan anak tidak berguna… hari di mana lembaran-lembaran bertebaran dan hati bergetar. Pada hari itu engkau melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sama sekali tidak mabuk, akan tetapi penyebabnya adalah adzab Allah sangatlah pedih. Anas bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Aku melihat Shafwan bin Salim, jika dikatakan kepadanya besok hari Kiamat, maka seakan-akan dia sama sekali tidak memiliki bekal dari ibadah.” [6]


Mereka adalah kaum yang selalu melakukan ibadah dengan giat dan memikirkan kehidupan akhirat mereka dengan mempersiapkan bekal untuknya.
Jika jiwa itu menjauh dari kebenaran,
maka kita membentaknya.
Dan jika dia menghadap dunia dengan
meninggalkan akhirat,
maka kita menahannya.
Dia menipu kita dan kita menipunya,
hanya dengan kesabaran kita dapat mengalahkannya. [7]


Muhammad bin al-Hanafiyyah rahimahullah berkata, “Segala sesuatu yang dicari bukan karena Allah, niscaya akan hancur.” [8]


Siapa yang mencari dunia untuk dunia, maka dia akan meninggalkannya di hembusan nafas terakhirnya, dia akan pergi di detik-detik yang sangat menakutkan. Dan siapa yang mencari dunia untuk Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, maka cukuplah baginya apa yang diinginkannya. Dunia baginya sebagai jalan menuju Darus Salam (Surga) dengan kasih sayang (rahmat) Allah dan ridha/karunia-Nya.


Orang yang selalu melakukan kebaikan dan ketaatan adalah manusia biasa, seperti kita yang mencintai dunia dan segala macam perhiasannya. Akan tetapi mereka lebih mengutamakan yang kekal daripada yang fana, sehingga Allah memudahkan baginya jalan untuk mendapatkannya dan mengeluarkan mereka dari berbagai kesulitan.


Aku sabar dalam menghadapi kenikmatan ketika dia pergi,
dan aku menetapkan kesabaran di dalam diriku sehingga dia terus menetap.
Berhari-hari jiwaku berada dalam kemuliaan,
lalu ketika dia melihat tekadku ada di dalam kehinaan, dia pun ikut merasakan kehinaan.
Lalu aku berkata kepadanya, “Wahai jiwa, matilah dalam keadaan mulia,
dahulu dunia memihak kepada kita, tetapi sekarang dia telah pergi.”
Tidak wahai kekasihku. Demi Allah, tidak ada satu musibah pun,
berlalu kepada hari-hari melainkan dia akan pergi.
Jiwa itu sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang kepadanya, jika dia diberi makan,
maka dia memiliki kekuatan dan jika tidak, maka dia akan lumpuh. [9]


Seseorang berkata kepada al-Fudhail bin 'Iyadh, “Bagaimana keadaanmu pagi ini wahai Abu ‘Ali?” Beliau adalah orang yang tidak senang dengan ungkapan: “Bagaimana keadaanmu pagi ini?” atau “Bagaimana keadaanmu sore ini?” Lalu beliau menjawab, “Dalam keadaan sehat.” Lalu orang tadi bertanya, “Bagaimana keadaanmu?” Beliau berkata, “Keadaan mana yang engkau tanyakan? Keadaan dunia atau akhirat?” Jika engkau menanyakan keadaan dunia, maka sesungguhnya dunia telah berpaling dan pergi. Dan jika engkau bertanya tentang keadaan akhirat, maka aku sebagaimana engkau melihat orang yang banyak melakukan perbuatan dosa, amalnya lemah, umurnya sudah punah, tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dan hari Akhir, tidak takut akan kematian, tidak menghias diri untuk menghadapi kematian, akan tetapi hanya menghias diri untuk dunia.” [10]


Kebanyakan dari kita sebagaimana digambarkan oleh ‘Auf bin ‘Abdillah ketika beliau ditanya, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menyempatkan kehidupannya untuk dunia dengan sisa hidupnya untuk akhirat, sedangkan kalian menyempatkan kehidupan kalian untuk akhirat dengan sisa hidup kalian untuk dunia.” [11]


Dan yang kita lihat sekarang ini berupa pengorbanan waktu, kemampuan, pemberian, dan penelitian hanya untuk dunia, maka kita dapatkan sungguh menakjubkan… . Bahkan sebagian dari mereka jika akan membeli sebuah kebutuhan yang sangat sederhana, akan menyibukkan dirinya untuk memikirkannya selama beberapa hari, dia telah membuang waktunya yang sangat berharga… . Akan tetapi jika engkau melihatnya di dalam masjid, maka engkau akan melihat orang tersebut melakukan shalat, seperti ayam yang sedang makan, dia sama sekali tidak memperhatikan sujud maupun ruku’nya, bahkan dia mendahului imam, tidak melakukannya dengan khusyu’, dan tidak pernah terlihat di mukanya bekas air mata.
Kebanyakan dari manusia mabuk dengan urusan dunia dan tidak sedikit pun hatinya tergerak ketika kesempatan melakukan kebaikan hilang dari dirinya, atau ketika kesempatan yang penuh dengan pengabulan do’a dari Allah tiba, maka engkau akan melihatnya dalam keadaan lalai dan bermain-main, mengumpulkan lalu membuangnya, menambahnya lalu dikurangi dari dirinya, seolah-olah hari-hari yang telah berlalu akan kembali atau bulan-bulan yang telah pergi akan ditemuinya lagi?!
Bandar berbicara tentang Yahya bin Sa’id dengan ungkapannya, “Aku ikut bersamanya selama dua puluh tahun dan aku sama sekali tidak pernah mendapatinya bermaksiat kepada Allah.” [12]


Saudaraku semuslim…
Bersabarlah dalam menghadapi pedihnya perjalanan,
ibadah di waktu malam, sore dan pagi.
Janganlah engkau merasa gelisah dan jangan pula merasakan lemah di dalam mencarinya,
karena kegalauan ada di antara gelisah dan putus asa.
Aku menyaksikan pengalaman di setiap hari,
bahwa kesabaran memiliki akibat yang terpuji.
Sedikit sekali orang yang giat mencari dengan disertai,
kesabaran kecuali dia akan berbahagia dengan kemenangan. [13]


Yahya bin Mu’adz rahimahullah berkata, “Wahai manusia engkau mencari dunia dengan sungguh-sungguh, dan engkau mencari akhirat dengan usaha orang yang tidak membutuhkannya. Padahal dunia sudah mencukupimu walaupun engkau tidak mencarinya. Dan akhirat hanya didapatkan dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam mencarinya, maka fahamilah keadaanmu!”

[Disalin dari kitab Ad-Dun-yaa Zhillun Zaa-il, Penulis ‘Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim, Edisi Indonesia Menyikapi Kehidupan Dunia Negeri Ujian Penuh Cobaan, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
__________
Footnotes
[1]. Al-‘Aaqibah, hal. 88.
[2]. Az-Zuhd, hal. 248, karya al-Baihaqi.
[3]. ‘Iddatush Shaabiriin, hal. 330.
[4]. Shifatush Shafwah (III/67).
[5]. Shifatush Shafwah (III/346).
[6]. Hilyatul Auliyaa' (III/159).
[7]. Shifatush Shafwah (IV/114).
[8]. Hilyatul Auliyaa’ (III/176).
[9]. Syadzaraatudz Dzahab (II/364).
[10]. Hilyatul Auliyaa’ (VIII/86).
[11]. Hilyatul Auliyaa’ (IV/242).
[12]. Tadzkiratul Huffazh (I/299).
[13]. Mawaariduzh Zham-aan (III/276).

Kiriman: Gee @ e-kampung

Read more »

Mengingati Mati…

Oleh: Ustadz Abu Isma’il Muslim Al Atsari


Jika Anda pernah mendengar kisah mengenai orang-orang yang hidup kekal di dunia ini, sesungguhnya itu hanya dongeng yang batil. Sebagian orang beranggapan ada orang-orang yang hidup kekal di dunia ini, seperti Khidhir Alaihissalam, Dzulqarnain atau lainnya. Keyakinan seperti ini tidak dikenal dalam Islam. Karena, tidak ada manusia yang hidup kekal di dunia ini.
Kematian, sesungguhnya merupakan hakikat yang menakutkan, akan menghampiri semua manusia. Tidak ada yang mampu menolaknya. Dan tidak ada seorangpun kawan yang mampu menahannya.


Kematian datang berulang-ulang, menjemput setiap orang, orang tua maupun anak-anak, orang kaya maupun orang miskin, orang kuat maupun orang lemah. Semuanya menghadapi kematian dengan sikap yang sama, tidak ada kemampuan menghindarinya, tidak ada kekuatan, tidak ada pertolongan dari orang lain, tidak ada penolakan, dan tidak ada penundaan. Semua itu mengisyaratkan, bahwa kematian datang dari Pemilik kekuatan yang paling tinggi. Meski sedikit, tak seorang pun manusia memiliki wewenang atas kematian.


Hanya di tangan Allah semata pemberian kehidupan. Dan hanya di tanganNya, mengambil kembali yang telah Dia berikan pada ajal yang telah digariskan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan". [Ali Imran:185].


Maut merupakan ketetapan Allah. Seandainya ada seseorang yang selamat dari maut, niscaya manusia yang paling mulia pun akan selamat. Namun maut merupakan SunnahketetapanNya atas seluruh makhluk. Allah berfirman:
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ
"Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)" [Az Zumar:30].
Tidak ada manusia yang kekal di dunia ini.
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ {34} كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ {35}
"Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan" [Al Anbiya:34, 35].


MENGHINDAR DARI KEMATIAN?
Kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu. Dia telah menetapkan kematian atas diri manusia. Sehingga bagaimanapun manusia berupaya menghindar darinya, kematian itu tetap akan mengejarnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
"Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh" [An Nisa’:78].
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاَقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
"Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". [Al Jumu’ah:8].
وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
"Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya" [Qaaf:19].
Kematian sebagai bukti nyata kekuasaan Allah, dan siapapun tidak ada yang dapat mengalahkanNya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ
"Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan". [Al Waqi’ah:60]
Allah menantang kepada orang-orang yang menyangka bahwa mereka tidak dikuasai oleh Allah, dengan mengembalikan nyawa orang yang sekarat, jika memang mereka benar. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَلَوْ لآ إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ {83} وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ {84} وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لاَّ تُبْصِرُونَ {85} فَلَوْ لآ إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ {86} تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
"Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu.Tapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah). Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar." [Al Waqi’ah:83, 84, 85, 86, 87]
Manusia tidak akan lepas dari ajal, bahkan ajal itu meliputinya. Imam Bukhari telah meriwayatkan:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ خَطَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا مُرَبَّعًا وَخَطَّ خَطًّا فِي الْوَسَطِ خَارِجًا مِنْهُ وَخَطَّ خُطَطًا صِغَارًا إِلَى هَذَا الَّذِي فِي الْوَسَطِ مِنْ جَانِبِهِ الَّذِي فِي الْوَسَطِ وَقَالَ هَذَا الْإِنْسَانُ وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيطٌ بِهِ أَوْ قَدْ أَحَاطَ بِهِ وَهَذَا الَّذِي هُوَ خَارِجٌ أَمَلُهُ وَهَذِهِ الْخُطَطُ الصِّغَارُ الْأَعْرَاضُ فَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا وَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا (خ 5938)
"Dari Abdullah, dia berkata: Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam membuat garis segi empat, dan Beliau membuat garis di tengahnya keluar darinya. Beliau membuat garis-garis kecil kepada garis yang ada di tengah ini dari sampingnya yang berada di tengah. Beliau bersabda,”Ini manusia, dan ini ajal yang mengelilinginya, atau telah mengelilinginya. Yang keluar ini adalah angan-angannya. Dan garis-garis kecil ini adalah musibah-musibah. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya.” [HR Bukhari, no. 5.938].


Jika demikian, maka bagaimana mungkin manusia dapat lari dan selamat dari kematian? Ketahuilah, sesungguhnya umur kita di dunia ini terbatas dan hanya sebentar. Orang yang berakal, sepantasnya tidak tertipu dengan gemerlapnya dunia, sehingga melupakan bekal menuju akhiratnya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ (جة 4236,ت 3550, الصحيحة 757, وهو حديث حسن)
"Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah n bersabda: “Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun. Dan sangat sedikit di antara mereka yang melewati itu.” [HR Ibnu Majah, no. 4.236; Tirmidzi, no. 3.550. Lihat Ash Shahihah, no. 757].


ANJURAN MENGINGAT KEMATIAN
Banyak hadits-hadits yang mengingatkan tentang kematian, agar manusia selalu ingat bahwa hidup di dunia tidaklah kekal. Agar manusia bersiap siaga dengan perbekalan yang dibutuhkannya saat perjalanannya yang panjang nanti. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ
"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian" [HR Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; Ahmad].
Dalam riwayat Ath Thabrani dan Al Hakim terdapat tambahan:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ : الْمَوْتَ , فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْهُ أَحَدٌ فِيْ ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ , وَلاَ ذَكَرَهُ فِيْ سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ
"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu" [Shahih Al Jami’ush Shaghir, no. 1.222; Shahih At Targhib, no. 3.333]
Syumaith bin ‘Ajlan berkata:
مَنْ جَعَلَ الْمَوْتَ نُصْبَ عَيْنَيْهِ, لَمْ يُبَالِ بِضَيْقِ الدُّنْيَا وَلاَ بِسَعَتِهَا
"Barangsiapa menjadikan maut di hadapan kedua matanya, dia tidak peduli dengan kesempitan dunia atau keluasannya. [Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 483, tahqiq Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi].
Orang yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkannya dengan iman yang shahih (benar), tauhid yang khalish (murni), amal yang shalih (sesuai dengan tuntunan), dengan landasan niat yang ikhlas, itulah orang-orang yang paling berakal.
عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ (جة 4259, حديث حسن, الصحيحة 1384)
"Dari Ibnu Umar, dia berkata: Aku bersama Rasululloh Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu seorang laki-laki Anshar datang kepada Beliau, kemudian mengucapkan salam kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu dia bertanya: “Wahai, Rasulullah. Manakah di antara kaum mukminin yang paling utama?” Beliau menjawab,”Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.” Dia bertanya lagi: “Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdik?” Beliau menjawab,”Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling bagus persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdik.” [HRR Ibnu Majah, no. 4.259. Hadits hasan. Lihat Ash Shahihah, no. 1.384].
Marilah kita renungkan sabda Nabi yang mulia :
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ (خ,م,ت2379,ن)
"Mayit akan diikuti oleh tiga perkara (menuju kuburnya), dua akan kembali, satu akan tetap. Mayit akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap".[HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa-i].


PENYESALAN ORANG KAFIR SAAT KEMATIAN
Janganlah seseorang menolak keimanan dan meremehkan amal shalih, karena suatu saat pasti akan menyesalinya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ {99} لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلآ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata: "Ya, Rabbku. Kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan”. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitan".[Al Mukminun:99, 100]


SEGERA BERAMAL SEBELUM DATANG KEMATIAN
Janganlah seseorang selalu menunda dalam berbuat amal shalih karena kesibukan duniawinya. Karena, selama manusia masih hidup, ia tidak akan lepas dari kesibukan. Orang yang berakal akan mengutamakan urusan akhirat yang pasti datang, dan mengalahkan urusan dunia yang pasti ditinggalkan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلآ أَوْلاَدُكُمْ عَن ذِكْرِ اللهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ {9} وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْ لآ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ {10} وَلَن يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا وَاللهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang melakukan demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya, Rabbku. Mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih”. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan". [Al Munafiqun: 9, 10, 11]
Oleh karena itu, seseorang hendaklah memanfaatkan hidupnya dengan sebaik-baiknya, mengisinya dengan amal shalih sebelum datang kematian. Imam Bukhari meriwayatkan:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ (خ 5937)
"Dari Abdullah bin Umar, dia berkata: Rasululloh Shallallahu 'alaihi wa sallam memegang pundakku, lalu bersabda,”Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah seorang yang asing, atau seorang musafir.” Dan Ibnu Umar mengatakan: “Jika engkau masuk waktu Subuh, maka janganlah engkau menanti sore. Jika engkau masuk waktu sore, maka janganlah engkau menanti Subuh. Ambillah dari kesehatanmu untuk sakitmu. Dan ambillah dari hidupmu untuk matimu.” [HR Bukhari, no. 5.937]


Hendaklah setiap orang waspada terhadap angan-angan panjang umur, sehingga menangguhkan amal shalih. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
يَكْبَرُ ابْنُ آدَمَ وَيَكْبَرُ مَعَهُ اثْنَانِ حُبُّ الْمَالِ وَطُولُ الْعُمُرِ (خ 5942)
"Anak Adam semakin tua, dan dua perkara semakin besar juga bersamanya: cinta harta dan panjang umur". [HR Bukhari, no. 5.942, dari Anas bin Malik].
Sesungguhnya, masa 60 tahun bagi seseorang sudah merupakan waktu yang panjang hidup di dunia ini, cukup bagi seseorang merenungkan tujuan hidup, sehingga tidak ada udzur bagi orang yang telah mencapai umur tersebut.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْذَرَ اللَّهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّى بَلَّغَهُ سِتِّينَ سَنَةً (خ 5940)
"Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, Beliau bersabda: “Allah meniadakan alasan seseorang yang Dia telah menunda ajalnya sehingga mencapai 60 tahun. [HR Bukhari, no. 5.940]
PENUTUP
Mengakhiri tulisan ini, berikut kami bawakan pernyataan Hamid Al Qaishari, sebagai berikut:
“Kita semua telah meyakini kematian, tetapi kita tidak melihat orang yang bersiap-siap menghadapinya! Kita semua telah meyakini adanya surga, tetapi kita tidak melihat orang yang beramal untuknya! Kita semua telah meyakini adanya neraka, tetapi kita tidak melihat orang yang takut terhadapnya! Maka terhadap apa kamu bergembira? Kemungkinan apakah yang kamu nantikan? Kematian! Itulah perkara pertama kali yang akan datang kepadamu dengan membawa kebaikan atau keburukan. Wahai, saudara-saudaraku! Berjalanlah menghadap Penguasamu (Allah) dengan perjalanan yang bagus”. [Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 483, tahqiq: Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi].
Semoga tulisan ini mengingatkan kita, betapa penting mempersiapkan diri menghadapi kematian, yang merupakan masalah besar yang dihadapi setiap insan. Imam Ibnu Majah meriwayatkan:
عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جِنَازَةٍ فَجَلَسَ عَلَى شَفِيرِ الْقَبْرِ فَبَكَى حَتَّى بَلَّ الثَّرَى ثُمَّ قَالَ يَا إِخْوَانِي لِمِثْلِ هَذَا فَأَعِدُّوا
Dari Al Bara’, dia berkata: Kami bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu jenazah, lalu Beliau duduk di tepi kubur, kemudian Beliau menangis sehingga tanah menjadi basah, lalu Beliau bersabda: “Wahai, saudara-saudaraku! Maka persiapkanlah untuk yang seperti ini,!” [HR Ibnu Majah, no. 4.190, dihasankan oleh Syaikh Al Albani].


Demikian sedikit tentang dzikrul maut, semoga bermanfaat. Terakhir kami katakan: Wahai, saudara-saudaraku! Persiapkanlah dirimu menghadapi kematian!” Wallahu Al Musta’an.


[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun VIII/1426H/2005. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

Kiriman: Gee @ e-kampung

Read more »

Handphone paling Lasak

Spesifikasi:-

  • Handphone ni boleh tahan jatuh dari ketinggian 2 tingkat
  • Kalis air
  • Tahan tenggelam dalam air selama 30 minit sedalam 1 meter
  • Tahan pasir
  • Boleh digilis bas tanpa rosak
  • Beroperasi pada suhu anatra julat -20 hingga 60 darjah celsius
  • Ringtone super kuat untuk operasi di tempat bising
  • 1

    2

    3

    Kiriman: Gee @ e-kampung

    Read more »

    Eggs Boiled with Urine

    Eggs, boiled in urine (4 photos)
    Want to try? Turns out to be such a!
    The secret to cooking look further!

    1

    In the world there are so many unusual foods that you do not even want to try ...
    For example, these eggs are called Tuntszydan, cooked in the urine of boys.
    This dish is very popular in the Chinese province of Zhejiang .
    Each spring, the producers of such eggs put in the local schools special buckets.
    All the boys under 10 years should go to the toilet in the little in them.
    Then they take a bucket and boil their eggs.
    The main thing to remember is slightly beat the eggs to soak them in "brine".
    The air is the smell of urine, which locals call aroma of spring ...
    The eggs go for 23 cents a thing, like hotcakes.
    Locals sweep off the shelves all the eggs that are in stock.
    Some eat up to ten of these eggs a day ...
    You would have dared try something like this?

    2

    3

    4

    Foto: Dah macam telur pindang…

    RATUSAN telur direbus dengan menggunakan air kencing di wilayah Zhejiang, China dengan menggunakan resipi berusia ribuan tahun lalu.
    BEIJING - Sebuah kedai di wilayah Zhejiang , timur China menjual telur yang direbus dengan air kencing budak sekolah dan ia merupakan resipi tradisonal berusia ribuan tahun, lapor sebuah akhbar semalam.
    Chef makanan tradisonal, Lu Ming berkata, dia mahu mempromosikan semula makanan tradisional itu sehingga ke peringkat antarabangsa.
    "Air kencing tersebut dikumpul daripada pelajar sekolah lelaki yang berumur 10 tahun, mereka kencing di dalam sebuah tong dan kami mengambil air itu pada setiap hari.
    "Telur-telur itu akan direbus dalam air kencing tersebut dengan kulitnya," katanya.
    Menurutnya, telur tersebut berasa sedap dan berkhasiat untuk menyembuhkan demam selain meningkatkan konsentrasi serta menghilang rasa mengantuk ..

    Kiriman: Gee @ e-kampung

    Read more »

    Sunday, April 10, 2011

    April Bulan Cukai

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan april kini tiba lagi. Bulan dimana kita perlu menyemak pendapatan kita sepanjang tahun yg lepas.

    Apa yang menyedihkan bukanlah semakan itu kita lakukan utk tujuan simpanan, pelaburan atau yang seumpama dengannya tetapi tiba masanya utk kita menjalankan kewajipan kita utk "menderma" sejumlah titik peluh kita selama setahun kepada pihak kerajaan.

    Derma yang dimaksudkan ini jika menepati tuntutan belanjawan semasa pasti tidak mendatang apa-apa mudharat, tetapi sebaliknya berlaku.

    Tuntutan belanjawan tahunan yang semakin meningkat tanpa meningkatnya jumlah pendapatan seharusnya diberikan perhatian yang serius kepada pihak kerajaan.

    Tuntutan sara hidup yang semakin meningkat sepatutnya menuntut kerajaan atau pihak berwajib utk menurunkan kadar cukai kepada individu supaya setiap isi rumah dapat menambah jumlah simpanan demi masa depan mereka.

    Jumlah tuntutan yang tinggi seharusnya ditambah nilai kepada mereka yang mempunyai pendapatan yang tinggi demi penyelarasan pendapatan yang lebih sama rata walaupun hakikatnya masih tidak memberi impak kepada golongan berpendapatan tinggi ini.

    Oleh demikian, sempena bulan cukai ini, abg menyeru kepada semua rakyat Malaysia supaya mengisi & menghantar borang cukai lebih awal. Gunakan kemudahan melalui borang atas talian yg disediakan. Jangan sesekali mengambil masa-masa akhir utk berbuat demikian.

    Sekian, Wassalam...

    Read more »

    Tuesday, April 05, 2011

    Istidraj

    Kita tahu bahawa ilmu itu cahaya, dan tidak akan memasuki hati-hati yang gelap, tetapi kita lihat, kawan kita yang berjudi, yang minum arak, boleh berjaya pula, sedangkan kita terkial-kial walaupun sudah berusaha. Kita tahu bahawa, siapa yang berbuat baik, taat kepada ALLAH akan dipermudahkan jalan kehidupannya, tetapi kita lihat, kawan kita ini tidak solat, tetapi bisnesnya menjadi, kita pula hidup dengan penuh cabaran dan duga. Kita juga tahu bahawa, ISLAM ini agama yang benar, tetapi kita sering melihat orang-orang yang bukan ISLAM itu lebih berjaya, dan ummat ISLAM tertindas dalam kehidupan sempit lagi derita.


    Orang bertanya kepada saya. Kenapa begitu? Sekarang ini, yang manakah benar? Adakah kita faham selama ini tidak benar?
    Maka saya hendak bertanya kepada anda.
    Adakah anda tahu apa itu istidraj?


    Istidraj ini adalah satu kalimah, yang sering menunjuk kepada keadaan seseorang itu yang terus dilimpahkan rezeki dan kejayaan yang melimpah ruah dalam kehidupannya, walaupun dia bukan hamba ALLAH yang taat, malah seorang pembuat maksiat yang tegar. Kenapa mereka ini dinamakan manusia yang mendapat istidraj? Apakakah maksud istidraj?
    Istidraj adalah, apabila ALLAH memberikan kejayaan, harta kekayaan, rezeki yang melimpah ruah untuk manusia itu menjadi lebih jauh dariNya.
    Biasanya, manusia yang mendapat istidraj ini adalah mereka yang tidak berusaha menjalankan ISLAM dalam kehidupan, juga tidak berusaha mengenali ALLAH SWT.

    Contoh manusia yang mendapat istidraj ini banyak. Kita lihat contoh yang mudah. Qarun. Apakah anda kenal kepada Qarun? Dia ini adalah seorang manusiayang teramat kaya. Diriwayatkan bahawa, kotak yang mengisi kunci kepada gedung-gedung perbendaharaannya tidak mampu diangkat oleh orang-orang yang kuat. Hal ini hendak menyatakan betapa kayanya dia.


    Kisah Qarun terdapat di dalam Al-Quran. Hartanya melimpah ruah. Segala perniagaannya menjadi. Segala pelaburannya mengembang. Hartanya makin hari makin bertambah, sedang yang bertambah semalam tidak pula luak digunakan.


    Tetapi bila Nabi Musa cuba mengingatkannya berkenaan semua kekayaannya itu datang daripada ALLAH, maka Qarun dengan angkuh menjawab,
    “ Tidak, semua ini adalah hasil dari ilmuku”
    Lihat. Lihat apa kata Qarun. Tidak, semua ini adalah hasil dari… ILMUKU. Dia nyata semakin jauh dari ALLAH, walaupun kekayaannya menjadi, rezekinya melimpah ruah dan sebagainya. Dia saban waktu memperlekehkan pengikut-pengikut nabi Musa yang terdiri dari orang miskin dan hamba.


    Apakah pengakhiran Qarun? Dia akhirnya ditenggelamkan ALLAH ke dalam bumi dengan seluruh hartanya. Kisah ini terdapat di dalam Al-Quran.


    Nah… Apakah itu yang kita mahu?
    Sebab itulah, saya hendak mengajak saudara-saudari berfikir, apakah yang akan timbul di dalam hati kalian apabila kalian ini jenis yang melazimi dosa-dosa, melakukan maksiat, kemudian kalian berjaya di dalam peperiksaan atau perniagaan. Apakah yang agaknya akan timbul dalam jiwa kalian?
    Saya yakin, 99% akan merasa begini, “ Tengok, aku tak solat pun berjaya. Siapa kata solat tu bawa kejayaan?”
    Apakah yang akan terjadi kepada anda ketika itu? Anda berjaya, tetapi anda semakin jauh dari ALLAH. Itulah istidraj.


    Maka jangan gusar bila tidak berjaya. Cuba lagi. Hubungan keimanan anda dengan ALLAH itulah yang pertama sekali perlu anda perhatikan. Jika anda berjaya membina hubungan keimanan yang baik, insyaALLAH, datanglah badai apa sekalipun, anda akan mampu melaluinya.


    Sebenarnya ALLAH suka menguji hamba-hambaNya yang beriman. Terdapat satu kisah yang saya suka baca ketika saya masih kecil.
    Terdapat dua orang nelayan. Seorang penyembah berhala, dan seorang lagi muslim yang taat kepada ALLAH. Ketika menebar jala, yang menyembah berhala menyebut nama berhalanya, manakala yang muslim membaca bismillah. Bila jala diangkat, yang menyembah berhala mendapat banyak ikan, manakala yang muslim, hampir sahaja tiada ikan untuknya pada hari itu.
    Malaikat yang melihat keadaan itu bertanya kepada ALLAH.
    “ Ya ALLAH, apakah yang telah berlaku? HambaMu yang menyekutukanMu, KAU berikan dia rezeki yang banyak, sedangkan hambaMu yang menyebut namaMu, KAU tidak memberikan DIA apa-apa”
    ALLAH menjawab,
    “ Yang menyekutukanKu, tempatnya memang sudah pasti NERAKA. Maka apalah sangat rezeki yang pasti akan hancur itu jika Kuberikan kepadaNya? Tetapi HambaKu yang beriman itu, AKU hendak mengganjarkanNya syurga, maka AKU suka mengujinya untuk melihat kebenaran imanNya”
    Nah, jangan anda kecewa bila diuji, tidak berjaya di dalam peperiksaan walau sudah studi, gagal dalam perniagaan walau kemas menyusun strategi. Itu semua adalah sebahagian dari ujian ALLAH. ALLAH menguji hanya untuk mereka yang dikasihi. Bukankah ALLAH SWT ada berfirman,
    “ Apakah kamu mengira KAMI akan membiarkan kamu berkata kami beriman sedangkan kamu belum diuji?…”
    Jika gagal terhadap satu-satu perkara, itu perkara itu. Anda masih belum gagal dalam kehidupan. Teruskan usaha, selagi nyawa masih ada. InsyaALLAH ALLAH akan memberikan sesuatu yang bermakna kepada anda. Bersangka baiklah kita kepada PENCIPTA kita.


    Maka sebenarnya, bila hidup kita digegarkan dengan masalah, hendaklah kita rasa bersyukur. Tandanya, ALLAH masih lagi dekat dengan kita. Ujian adalah tanda kasih sayang dan perhatianNya kepada kita.
    Mustahil anda suka senang sebentar di dunia, di akhirat yang kekal abadi nanti anda merana. Anda mahukan istidraj?
    Saya yakin tidak..
    Anda tenang sekarang?
    Anda wajib untuk tidak berasa tenang jika anda berbuat dosa, dan anda berjaya. Sebab itulah, muhasabah diri itu penting. Untuk kita sentiasa periksa bagaimanakah hubungan kita dengan ALLAH SWT.
    Aku berdosa, tetapi aku berjaya…. Berhati-hatilah kita agar jangan sampai lafaz itu, atau lafaz-lafaz yang membawa maksud serupa itu terkeluar dari mulut kita.

     

    Dari : Aina Nadzir

    Read more »

    Friday, April 01, 2011

    WATERMELON IS DANGEROUS

    WATERMELON IS DANGEROUS
    1
    Watermelon and Furadan
    We all love watermelons right? It is a must as dessert at weddings and birthdays, or at the 5-star hotel buffets. But do you realize that WATERMELON IS DANGEROUS?

    2
    This is because the watermelon planters put Furadan, a powerful insecticide (a poison), into the soil before planting the watermelon to kill and keep aw ay insects, especially ants. Experts confirm that Furadan is active for one whole year (12 months), and is most powerful and effective during the first 90 days. The problem is this: The watermelons mature and are picked after 55 days, when the Furadan is still powerful, and a lot of it is INSIDE THE WATERMELONS! M ean ing the watermelon is filled with poison!Furadan especially DAMAGES THE KIDNEYS the organs which have to filter pollution from the blood!

    3
    4
    From now on I will stick to the bananas and papayas, for the sake of my poor kidneys, thank you!

    Kiriman: Gee @ e-kampung

    Read more »

    Sunday, March 20, 2011

    Sistem Pendidikan Sekular?

    Salam Semua Pembaca & semua warga e-kampung yang dikasihi & dihormati sekalian, Semoga sentiasa berada dalam rahmat & perlindungan ALLAH..

    Terdetik dihati abg utk bincangkan satu persoalan yang bermain didalam fikiran abg..

    Beberapa bulan yang lepas kita telah dikejutkan dengan penarikan diri Saudara Bob Lokman sebagai salah seorang juri tetap rancangan “reality show” yang berbentuk pertandingan lawak yang tidak asing lagi bagi penonton di Malaysia.

    Namun setelah ditemuramah, mengapakah dia mengambil tindakan yang sedemikian, dia menjawab kerana sistem pendidikan yang ada didalam negara kita ini yang menyebabkan dia mengambil keputusan untuk berubah.

    Bukannya Fahaman Politik yang cuba diketengahkan…

    Keprihatinan & kebimbangan beliau ini setelah abg fikirkan sememangnya berasas. Gejala sosial yang berleluasa & bermaharalela dikalangan remaja kita kini adalah secara langsung berlaku disebabkan sistem pendidikan kita yang tidak menekan peranan agama dalam setiap mata pelajaran yang diajar.

    Sepatutnya kewujudan & kekuasaan ALLAH perlu diterapkan kedalam semua mata pelajaran. Guru seharusnya mengaitkan keagungan ALLAH & Islam didalam setiap bab atau ilmu yang diajarkan kepada para pelajar.

    Contohnya:

    1. Jika seorang Guru mengajar mata pelajaran Geografi, guru tersebut boleh mengaitkan yang setiap keadaan muka bumi & fenomena alam ini adalah terjadi dengan kehendak & ciptaan ALLAH.
    2. Guru sejarah boleh mengaitkan kejadian sejarah masa lampau adalah berlaku dengan kehendak ALLAH, ALLAH yg MAHA Mengetahui apa yang baik & buruk kepada sesuatu bangsa, Namun nasib sesuatu bangsa itu tidak akan berubah selagi mereka sendiri tidak berusaha untuk mengubahnya.
    3. Guru Matematik pula boleh mengaitkan kehebatan pencipta-pencipta teknik dalam Matematik yang hebat satu masa dahulu seperti Al-Kuwarizmi yang mana merupakan seorang tokoh matematik yang hebat dengan ilmu matematiknya dan juga hebat dengan amal ibadahnya.

    Banyak lagi yang boleh para Guru kaitkan segala bentuk mata pelajaran dengan keagungan & kehebatan ALLAH S.W.T & juga Islam.

    Seperti contoh yang ke-3 diatas, mengaitkan ilmu itu dengan tokoh-tokoh Islam yang hebat ini akan menyebabkan para pelajar kita akan menjadikan Tokoh hebat ini sebagai Idola mereka bagi mendalami ilmu yang diterokai oleh tokoh yang hebat itu.

    Para Pendidik perlu bijak dalam mengaitkan Islam dalam semua seisi pembelajaran bagi menanam cinta & takutkan ALLAH sepanjang masa dalam setiap diri para pelajar.

    Pelajar yang terdedah dengan keagungan ALLAH ini akan membentuk sahsiah jati diri yang tinggi, beriman & berakhlak mulia.

    Hati mereka ini akan sentiasa berpaksi pada landasan iman dalam membuat sebarang keputusan dalam kehidupan sehariannya.

    Berbeza sekali dengan apa yang kita lihat kini, ramai diantara remaja kita menjadikan para penyanyi & pelakon sebagai Idola mereka.

    Penyerapan nilai-nilai Islam perlu kita terapkan dengan lebih serius & intensif kepada anak-anak kita. Oleh kerana pendidikan adalah merupakan satu medium yang paling hampir dengan anak-anak kita yang mana mereka telah mula bersekolah sejak berumur seawal 5 tahun sehingga ke umur 17 tahun.

    Pengisian pendidikan inilah yang amat penting dalam membentuk karektor seseorang manusia. Jika baik suntikan Ilmu yang diberikan kepadanya pasti dia akan menjadi seorang yang berguna & beriman.

    Pendidikan yang betul-betul berteraskan & berpandukan Islam pasti akan memberi impak yang baik kepada anak-anak dalam menempuhi kehidupan sekarang yang semakin mencabar.

    Apa yang paling menyedihkan lagi ada dikalangan kita sendiri yang tidak mempercayai & yakin dengan keupayaan pendidikan berteraskan Islam dalam melahirkan generasi yang maju & hebat dalam bidang-bidang professional.

    Mereka ini berprasangka bahawa anak-anak yang berpendidikan Islam akan menjadi lemah & mundur. Tidak produktif & tidak berdaya saing.

    Anggapan inilah yang menyebabkan kita sendiri sentiasa mundur & lemah kerana kurangnya keyakinan kita kepada ajaran Nabi Junjungan Besar kita.

    Ilmu yang bersadurkan Iman akan melahirkan ramai cendekiawan yang hebat satu masa dahulu. Adakah mustahil ianya akan berulang kembali???…

    Sesungguhnya tidak ada yang mustahil dengan Izin-NYA….

    Persoalannya sekarang bagi anda sendiri para pembaca, adakah sistem pendidikan negara kita sekarang mengamalkan sistem pendidikan Islam atau sekular?

    Sekian, Wassalam….

    Read more »

    Saturday, March 19, 2011

    THE DANGERS OF RADIATION

    image001

    The risks of radiation on the human body

    The Japanese authorities say the radiation levels from the Fukushima Daiichi nuclear plant could now post a potential health risk. Here we look at the health risks...

    Why is the radiation dangerous?
    Ionising radiation poses a threat to human health because it can damage human cells at the molecular level and disrupt the body's natural control processes. Moderate exposure can increase the risk of cancer, while high levels this can cause widespread organ failure.
    What is a dangerous dose?

    A radiation dose is expressed in units of Sievert (Sv). On average, a person is exposed to approximately 3.0 mSv/year, most of which is due to natural sources such as cosmic rays.

    The readings at the Fukushima site rose beyond safe limits - 400 millisieverts per hour (mSv/hr), after a third explosion last night. So far nearly 200 people have been taken to hospital with suspected exposure

    According to the World Nuclear Authority a radiation dose of 100mSV a year is the lowest level at which any increased risk of cancer is evident.

    A cumulative dose of 1,000 millisieverts would increase the incidence of fatal cancer by about five per cent.

    A single 1,000 mSv dose causes radiation sickness such as nausea but not death. A single dose of 5,000 mSv would kill about half of those exposed to it within a month.

    However, Lam Ching-wan from the University of Hong Kong said: 'Very acute radiation, like that which happened in Chernobyl and to the Japanese workers at the nuclear power station, is unlikely for the population.'

    Tokyo reported slightly elevated radiation levels, but officials said the increase was too small to threaten the 39 million people in and around the capital.
    What are the symptoms?

    Moderate exposure to the radiation will cause symptoms including vomiting, diarrhoea and headaches. It also raises the risk of cancer in the long-term.

    High levels of radiation also causes radiation burns, hair loss and potentially fatal damage to internal organs.
    How is it treated?

    Further contamination is reduced by removing clothes and shoes, and washing the skin with soap and water.

    Drugs can increase white blood-cell production to counter any damage that may have occurred to the bone marrow. Potassium iodine tablets before radiation exposure can stop the radioactive iodine from lodging in the thyroid.

    A dye known as Prussian blue can also be used to remove certain radioactive materials from the body.
    How has the Japanese Government responded?

    People living within 18 miles of the plant have been evacuated or urged to stay indoors and make their homes airtight.

    They have also distributed 230,000 units of stable iodine to evacuation centres from the area around Fukushima Daiichi and Fukushima Daini nuclear power plants as a precaution. The tablets block radioactive iodine from being taken into the thyroid gland, protecting it from damage and potential cancer.

    The 70 workers working to safeguard the nuclear complex are all wearing protective gear. They are being rotated in and out of the danger zone quickly to reduce their radiation exposure. One death has been confirmed after a worker was caught in an explosion.

    Read more: http://www.dailymail.co.uk/news/article-1366308/Japan-earthquake-tsunami-Meltdown-3rd-reactor-blast-hits-nuclear-plant.html#ixzz1GinrSXy5

    Kiriman: Gee @ e-kampung

    Read more »

    Tuesday, March 15, 2011

    Isteri Kekasih Orang…

    Salam kepada semua pembaca Blog ini terutama warga e-kampung, Semoga anda semua sentiasa berada didalam rahmat ALLAH Taala…amiinn..

    Teringat pagi tadi pengakuan ikhlas & kurang ajar seorang wanita yang bergelar isteri tetapi mempunyai kekasih diluar.

    Pengakuan ini abg dengar melalui radio Hot FM pagi tadi, sungguh menyedihkan. Kini masyarakat kita telah terlalu berani melakukan perbuatan terkutuk dengan menduakan suami.

    Dengan bangganya pulak si Isteri durjana ini telah mengaku diruangan udara. Lebih berjuta masyarakat Malaysia mendengarnya, sungguh memalukan.

    Si Isteri durjana ini, menceritakan yang dia menjadi lebih tabah & lebih berani selepas mempunyai kekasih untuk melawan suaminya.

    Inikah asam garam perkahwinan sekarang, seharusnya si Isteri perlu taat & setia kepada si Suami. Ini kerana bagi seorang Isteri, Suaminyalah tiket & jaminan utk dia mendiami Syurga ALLAH kelak.

    Taraf seorang suami adalah sama dengan taraf seorang Ibu kepada anak lelaki.

    Seorang Isteri akan dilaknat ALLAH dengan hanya keluar rumah tanpa izin suami apatah lagi mempunyai hubungan sulit dengan lelaki lain.

    Nada & luahan yang dilontarkan oleh si Isteri durjana yang abg dengar kedengaran amat bangga dengan apa yang dia buat, bukannya menunjukkan penyesalan tetapi diluahkan dengan semangat.

    Cuba kita bayangkan apakah yang boleh mereka ini lakukan jika berada dalam hasutan hawa nafsu & syaitan. Jika tidak terjebak dengan perbuatan zina sekalipun, hukuman curang kepada Suami itu telah cukup utk si Isteri durjana dihumban kedalam api neraka jika tidak bertaubat & mendapat kemaafan dari si Suami.

    Sedarlah wahai Isteri-isteri sekalian, taatilah SuamiMu dalam apa jua keadaan sekalipun kecuali jika suami menyuruh kita melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum syarak.

    Kepada mereka yang sedang & pernah melakukan perbuatan ini, segeralah kembali kepada ALLAH, bertaubat dengan sebenar-benar taubat. Luahkanlah kesalahan yang dilakukan kepada Suami & mohonlah ampun darinya.

    Terimalah sebarang keputusan & hukuman yang akan dijatuhkan oleh Suami dengan sabar & terbuka.

    Jika rasa sudah tidak ada keserasian dalam hubungan rumahtangga, berbincanglah dengan Suami untuk ambil keputusan yang terbaik, berpisahlah jika perlu demi kebaikan bagi kedua-dua belah pihak.

    Dari terus menanggung dosa kepada suami…

    Abg bukannya menggalakkan anda meruntuhkan masjid yang telah dibina sekian lama tetapi jika sudah tidak ada jalan penyelesaian terbaik yang lain, adalah lebih baik mengikut haluan masing-masing dari terus membuat dosa & maksiat.

    Segeralah kembali kepada ALLAH jika anda mempunyai masalah…mengadulah padaNYA. InsyaALLAH pasti ada jalan dari ALLAH.

    Sekian, Wassalam…

    Read more »

    Sunday, March 13, 2011

    Amina Wadud dan persoalan berkaitan..

    Perkongsian Ilmu, jadikan Pengetahuan…

    -----------------------------------------------

    Assalamu'alaikum..

    korang, ambik iktibar ttg perkara ni. kalau kita sayang nabi kita, kalau kita sayang islam kita dan kalau kita sayang Tuhan kita. kat bawah ni aku pastekan soal jawab dari satu webpage tuk kita sesama ambik pengajaran. jangan biar kita tertipu ngan dakyah yahudi dan puak orientalis. yg dah terambik dan termakan tu biarkanlah. taubat dan mudah mudahan tuhan ampunkan kita dengan RahmatNya.

    InsyaAllah kalau korang suka aku send banyak lagi cerita2 menarik tuk kita sesama ambik pengajaran.

    Wassalam

    ps: korang dah dapat lom sambungan Berita Gempar Tahun 2005? berita tu aku dah dengar sejak lama dulu. sejak tahun 80an lagi. alhamdulillah, satu satu dah berlaku. ada banyak lagi berita2 ghaib yg dijangka berlaku. tunggu dan buat persediaan.

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

    Assalamualaikum,
    Semalam, saya menghadiri satu sesi forum di ISTAC bertajuk :
    "Muslims Under Siege : Who Speaks for Islam?"
    dan penceramahnya adalah : Dr Khalid Abou El Fadl yang dikatakan seorang pakar dalam perundangan Islam.
    Utk pengetahuan, ini adalah kali pertama saya menghadiri apa2 forum anjuran ISTAC dan saya sememangnya pergi atas dasar ilmu dan ingin tahu. Saya tidak pernah mendengar mengenai Dr Khalid dan semalam adalah kali pertama saya mengetahui mengenai beliau dan pandangan beliau.
    Apa yang menarik, apabila salah seorang peserta bangun bertanyakan pandangan beliau mengenai Amina Wadud dan tindakannya mengimamkan "mixed-gender" prayer, Dr Khaled telah menjawab bahawa dia sendiri (Dr Khaled) tidak menentang perbuatan tersebut, dia menghormati Amina Wadud kerana katanya Amina Wadud juga seorang ilmuan yang disegani, dan apa yang Amina Wadud lakukan berasas kerana merasakan tindakanya adalah "betul dari segi syariat" dan bukan dilakukan atas dasar persamaan jantina.
    "Betul dari segi syariat" di sini mengikut pandangan Dr Khaled adalah kerana "tiada nas dalam Al Quran dan Hadith yang menyatakan sebaliknya". Dia mempromosi "diversity of rules" dan berkata, dia tidak membenarkan sesiapa sahaja menidakkan perbuatan Amina Wadud itu.
    Saya sendiri sangat cetek ilmu utk memberi pandangan sendiri dalam hal ini, walaupun jika dilihat dari sejarah Islam di zaman Rasulullah sendiri, baginda tidak melarang penglibatan wanita di dalam masyarakat keseluruhannya malah isteri baginda sendiri, cthnya Saidatina Aishah, menjadi tempat rujukan para sahabat.
    Sebagai persediaan diri bagi menegakkan kemurniaan Islam supaya tidak diperkotak katikkan sesuka hati oleh golongan yang merasakan punya hak untuk bercakap atas dasar "banyak ilmu" dan "diiktiraf oleh ilmuan2 kebanyakkan" - saya meminta pihak Rufaqa memberi penjelasan atas isu ini.
    Amat menyedihkan bagi orang seperti saya yang tandus ilmu tapi tak mampu memberi hujah bagi menyangkal pendapat dangkal dan merosakkan Islam ini.
    Terima kasih. Harap mendapat penjelasan lanjut dari pihak tuan.
    Nota : Saya bukan seorang academician dan bekerja di bidang IT.
    - Hopelessly ignorant -

    Jawapan...

    Waalaikumsalam,
    Rasanya tidak perlu kita bahaskan tentang Puan Amina Wadud yang telah menimbulkan kontroversi tidak lama dahulu. Tuhan sudah memberitahu kita bahawa musuh lahir yang utama bagi umat Islam ialah Yahudi.Jadi mari kita belajar tipu daya Yahudi sejak zaman RSAW hingga sekarang. Mereka sangat berjaya.Mari kita lihat satu aspek sahaja. Kita akan hurai, ulas, bagaimana mereka berjaya hingga umat Islam terkeliru.
    Yahudi sangat faham bahawa umat Islam sama ada yang sayang dengan ulama atau tidak, umat Islam tak boleh lepas dari ulama. Apa bangsa pun tak boleh lepas dari ulama, samada sayang atau tidak mereka perlukan ulama setidak-tidaknya untuk menjaga fardu ain, nikah kahwin, kenduri kendara, harapkan doa. Ini Yahudi amat faham.
    Padahal kalau setakat itu saja keperluan umat Islam terhadap ulama tak jadi benda. Tapi itupun diambil berat oleh Yahudi hingga dia fikirkan bagaimanakah dia akan kucar kacirkan peranan ulama agar umat Islam kucar kacir kerananya. Dia gunakan ulama untuk kucar kacirkan umat Islam.
    Ada 5 golongan ulama yang mana sejarah mereka diputarbelitkan hinggakan masyarakat Islam terpengaruh dengan putar belit sejarah yang digambarkan Yahudi. Jadi haru biru umat Islam. Yahudi suluh semua golongan ulama. Yang mana patut ditonjol, mana patut ditutup dan mana patut ditayang. Yang ditayang, diputarbelit tentang mereka itu.
    Orang Yahudi tahu adanya ulama mazhab, mujadid, ahli-ahli sufi, ada ulama liberal, ada ulama fikir ilmu sains saja, atau fikir falsafah. Kita lihat bagaimana dia akan gunakan ulama samada positif pada mereka atau negatif pada mereka.

    1. Mazhad Ulama.

    Yahudi tahu ulama mazhab ini termasuk penyelamat sebab mereka amat menjaga aqidah. Mana-mana yang tidak faham syariat dia jaga. Ulama mazhab kalau dibiarkan tak diputar belit nanti untung Umat Islam. Akhirnya diputar belit. Dia gunakan ulama Islam yang boleh dibeli samada dengan duit atau pengaruh. Ulama ini digunakan untuk mengatakan kedatangan ulama mazhab memecah belahkan umat Islam. Jadi ulama yang dibeli itu menyerang ulama mazhab. Yahudi gunakan ulama wahabi yang anti mazhab. Sebab itu selepas kedatangan wahabi (100 tahun yang lepas) haru biru dibuatnya kerana mereka sangat menentang mazhab. Jadi dengan cara itu mereka kucar kacirkan umat Islam. Pada kita ulama mazhab rahmatan lil alamin kata Rasulullah SAW. Mereka yang menjaga ilmu Islam supaya ilmu Islam yang hak dapat dikekalkan. Tetapi Yahudi gunakan ulama wahabi untuk mengatakan kedatangan ulama mazhab memecah belah umat Islam. Sebab itu waktu itu tidak berjaya tetapi sekarang sudah berjaya dipecah belahkan.Masyarakat tak sebut lagi ulama mazhab. Orang tak sebut lagi 4 imam mazhab. Sekitar 50 tahun ke belakang orang sudah tak sebut, kurang sangat sebut. Akibat terpengaruh pendapat yang mengatakan ulama mazhab memecah belah. Ulama yang diputar belitkan.

    2. Ulama mujadid.

    Subjek ini ditutup terus sebab Yahudi tahu ulama mujadid ini bawa kebenaran yang mana dia bukan saja bawa ilmu tetapi Islam realiti, Islam praktikal, zahirina ala haq. Orang hanya kenal 1 atau 2 saja seperti Imam Syafei, Umar ibn Azis tapi yang lain tidak kenal. Siapa kenal Fakrurazi, Imam Sayuti, begitu masyhur, patut orang kenal tetapi sejarah mereka berjaya ditutup. Ulama mazhab tadi dibuka, dibiarkan masyarakat kenal tetapi dinegatif-negatifkan. Ulama mujadid ini ditutup terus ceritanya.

    3. Ulama sufi, ulama tarikat.

    Yahudi juga putarbelitkan hal-hal tentang mereka, padahal mereka orang soleh walaupun bukan mujtahid dan mujadid, mereka banyak ibadah, banyak kelebihan dan berlaku khawariqul'adah, keramat-keramat pada mereka. Waktu masa tak adanya mujadid dan mujtahid orang banyak hormat pada ulama tarekat walaupun mereka bawa ibadah sahaja setidaknya mampu menjaga bara api Islam supaya tak padam. Yahudi dorong dengan dibesar-besarkan perkara-perkara khawariqul'adah.

    Akhirnya umat Islam yang jahil terpesona dengan khawariqul'adah. Apa yang dia buat kerana terpesona dengan khawariqul'adah. Apabila datang ulama kemudian yang hendakkan pengaruh juga tapi tidak setaraf dengan ulama sebelum itu, jadi ulama-ulama yang datang kemudian, apa dia buat? kerana tidak setaraf dengan yang sebelumnya anugerah khawariqul'adah tak dapat, walaupun taqwa. Diusahakan ilmu khadam seperti boleh jalan atas air atau timbul benda-benda pelik.Ulama yang awal tadi mendapat anugerah Tuhan kerana taqwa.

    Orang ramai yang jahil-jahil ini mudah terpengaruh melihat ulama-ulama ini. Orang jahil giat beribadah tetapi dengan tujuan untuk dapat ilmu kadam. Habislah. Wali yang diusahakan, sebenarnya itu bukan wali, itu orang yang dapat berkat. Yang wali itu pada ulama yang sebelumnya. Sebab tu ulama dulu banyak ada ilmu ini.Boleh jalan atas air, kebal, tak nampak oleh orang. Orang yang tak faham anggap tok guru tersebut adalah wali. Berjaya Yahudi putar belit. Sebab lahirnya sama. Yang satu kerana taqwa, yang satu ilmu khadam. Jadi nampaknya banyak orang beribadah tetapi kerana itu . Tertipu diri sendiri. Ibadah banyak tapi tipu diri sndiri. Yang mana cara itu tidak direstui oleh Tuhan. Sebab itu tak heran waktu perang nak merdeka di Indonesia banyak ulama Indonesia kebal tak nampak oleh musuh, boleh jalan atas air, kalau musuh baling bom sambut baling jadi roti. Berjaya yahudi. Digunakan ulama yang baik tadi kepada yang negative iaitu ulama generasi kemudian lepas ulama tarikat itu terutama ulama pondok pesantren. Sebab itu masa perang banyak orang melayu kebal, banyak tok guru instant yang kebal.

    4.Ulama Liberal.

    Yahudi gunakan ulama liberal untuk cadangkan kemajuan orang Islam. Mereka katakan orang Islam mundur sebab tak ada kemajuan. Di antara tokoh-tokohnya Mohd Abduh, Rasyid Redha, Jamaludian Afghan, ini tokoh ulama liberal. Sebab itu Mohd Abduh kalau nak ilham jumpa ulama di Barat. Jadi lahirlah ulama yang fikir nak membangun tanpa fikir halal haram lagi, lupakan ibadah, dicadangkan maju sebab Islam suruh maju. Yang ini Yahudi sangat berjaya sampai sekarang dicadangkan lagi kemajuan-kemajuan atas nama Islam.

    5. Ulama falsafah.

    Ulama dari ahli-ahli sains barat, ahli-ahli falsafah barat, dia fikir ilmu sahaja. Lahirnya Ibnu Sina, Al Farabi, ahli sufi dan falsafah. Mereka sangat dibesar-besarkan oleh Yahudi. Ditonjolkan riwayat hidup mereka sedangkan dikalangan ulama itu ada yang minum arak, ini pun berjaya diketengahkan oleh Yahudi sampai terpengaruh umat Islam, yang mana umat Islam begitu didorong untuk tahu sains teknologi sebab nak maju.

    Akhirnya ulama yang benar-benar jadi contoh tenggelam terus. Bahkan kalau timbul satu ulama di satu zaman, masyarakat Islam memusuhi terutama pemerintah akan musuhi. Dianggap sesat, jumud, anti establishment dan lain lain. Begitulah berjayanya Yahudi menggunakan 5 golongan ulama, ditonjolkan mengikut apa yang dia mahu.Kadang-kadang dalam bentuk negatif, kadang-kadang positif,nampak positif tetapi sebenarnya negatif. Atau tutup terus ulama mujadid. Jadi semua golongan ulama 5 ini sudah berjaya diputar belitkan Yahudi hinggalah umat Islam hari ini amat susah nak dipulihkan.

    Begitu dia berjaya tonjolkan ulama moden seperti Mohd Abduh, berjaya tonjolkan ulama yang hendak ilmu sahaja seperti Ibnu Sina, itu cara Yahudi gunakan ulama untuk pecah belahkan umat Islam. Sekarang kemuncak kejayaan Yahudi, diwaktu ini mereka sangat berjaya menipu daya ulama, ramai ulama-ulama yang sudah diputarbelitkan.Itulah pentingnya untuk kita cari ilmu, faham sejarah, faham putar belit Yahudi.

    Kiriman: Wira @ e-kampung

    Read more »

    Wednesday, March 09, 2011

    SAMAN EKOR DAN HAK KITA…

    Ramai yang masih kabur dan tidak faham hak mereka sebagai rakyat Malaysia. Perlembagaan Persekutuan adalah undang-undang tertinggi Negara. Perlembagaan Persekutuan menjamin hak setiap rakyat Malaysia tanpa mengira agam, kaum, bangsa dan juga fahaman politik. Semua warganegara dijamin hak yang sama.
    Salah satu hak yang dijamin oleh Perlembagaan Persekutuan ialah hak rakyat terhadap harta. Ini disebut dalam Perkara 13 Perlembagaan Persekutuan.
    Perkara 13 Perlembagaan Persekutuan
    Hak terhadap harta.
    (a) Tiada seseorang pun boleh dilucutkan hartanya kecuali mengikut undang-undang.
    (b) Tiada sesuatu undang-undang pun boleh membuat peruntukan bagi mengambil atau menggunakan harta-harta dengan paksa dengan tiada pampasan yang mencukupi.

    Selalunya Perkara 13 ini digunakan di dalam kes pengambilan tanah melalui Akta Pengambilan Tanah 1960. Sebenarnya Perkara 13 ini bukan sahaja melibatkan harta tak alih seperti tanah, tetapi meliputi harta alih seperti kenderaan. Justeru penafian hak memperbaharui cukai jalan dan lesen memandu oleh Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) juga sebenarnya termasuk di dalam penafian hak rakyat terhadap harta. Alasannya jika seseorang rakyat itu dihalang dari memperbaharui cukai jalan kenderaan mereka yang menyebabkan kenderaan itu tidak boleh digunakan maka rakyat itu telah dinafikan haknya terhadap harta.

    Jika seseorang rakyat telah dinafikan hak mereka menggunakan harta (kenderaan) mereka tanpa alasan yang berlandaskan peraturan dan undang-undang maka Perkara 13 (b) menyatakan bahawa pampasan hendaklah diberikan. Ini bermaksud jika JPJ menghalang seseorang memperbaharui cukai jalan yang menyebabkan kenderaan tidak boleh digunakan, maka JPJ hendaklah membayar pampasan kepada pemilik kenderaan tersebut.

    Hujah ini adalah bersandarkan keputusan kes Leonard Lim Yaw Chiang lwn Director of Jabatan Pengangkutan Jalan Negeri Sarawak yang telah diputuskan pada tahun 2009. Di dalam kes ini, seorang rakyat bernama Leonard Lim Yaw Chiang telah disenarai hitam dan dihalang oleh JPJ Sarawak dari memperbaharui cukai jalan kereta beliau. Beliau telah memohon kepada Mahkamah Tinggi Kuching untuk memutuskan bahawa tindakan JPJ menyenarai hitam dan menghalang beliau memperbaharui cukai jalan adalah salah. Beliau juga memohon gantirugi daripada JPJ di atas kehilangan penggunaan kereta beliau selama kereta tersebut tidak boleh digunakan kerana tiada cukai jalan.

    Mahkamah telah memutuskan bahawa JPJ tidak boleh menyenarai hitam kenderaan di atas suatu kesalahan yang belum dibuktikan di Mahkamah. Tindakan JPJ menyenarai hitam diputuskan telah bertentangan dengan Perkara 13 Perlembagaan. JPJ juga telah diarahkan membayar gantirugi kepada pemohon dalam kes itu kerana kesusahan beliau tidak dapat menggunakan kenderaan sehingga terpaksa menyewa kenderaan lain.

    Justeru di sini ingin dimaklumkan kepada pemandu-pemandu dan pemilik-pemilik kenderaan yang dinafikan hak mereka memperbaharui cukai jalan dan lesen memandu, bahawa hak anda dilindungi oleh Perlembagaan. Pihak berkuasa tidak boleh sewenang-wenang menafikan hak anda.

    Berbalik kepada tawaran Kerajaan memberikan diskaun pembayaran saman sehingga hari ini 28/2/2011. Ingin dimaklumkan bahawa tindakan ini tetap salah. Isu utamanya ialah bukan jumlah bayaran kompaun atau denda itu RM300 atau RM150 atau pun RM50. Isu utamanya adalah, ADAKAH SESEORANG ITU BENAR-BENAR MELAKUKAN KESALAHAN YANG DIDAKWA SEHINGGA MEREKA WAJIB MEMBAYAR DENDA?

    Perlu diambil perhatian bahawa untuk menguatkuasakan sesuatu peraturan dan undang-undang, sesebuah pihak berkuasa hendaklah juga mengikut peraturan dan undang-undang. Saman tidak boleh tertunggak. Jika ada yang tertunggak maka ianya bukan saman. Saman hendaklah dikemukakan di Mahkamah. Orang yang disaman (OKS) hendaklah diserahkan saman dan diperintahkan hadir ke Mahkamah untuk menjawap saman itu. Jika OKS mengaku salah maka mahkamah akan memerintahkan OKS itu membayar denda. Jika denda dibayar maka saman itu selesai dan tidak akan tertunggak. Jika saman diserahkan kepada OKS tetapi OKS tidak hadir ke Mahkamah, maka mahkamah akan keluarkan waran tangkap suapaya OKS hadir mahkamah. Maka proses yang sama akan berlaku iaitu OKS akan ditanya mangakui kesalahan atau meminta bicara. Jika mengaku maka akan diarahkan supaya bayar denda bagi saman itu. Maka selesailah saman itu. Tidak tertunggak. Jika tidak mengaku maka akan dibicarakan. Bergantung kepada keputusan mahkamah, jika dida pati salah selepas bicara, maka akan diperintahkan untuk bayar denda. Selesai lah saman itu. Jika tidak bersalah maka luput juga samann itu. Tidak tertunggak.

    Soalannya kenapa ada saman tertunggak? Jawapannya pertama kerana saman-saman itu tidak pernah dibawa ke Mahkamah. Kedua kerana yang dikatakan saman itu sebenarnya bukan saman tetapi notis sahaja.

    Saman Ekor yang dikatakan saman ini sebenarnya bukan saman tetapi sekadar notis kepada pemilik kenderaan meminta maklumat pemandu yang dikatakan memandu melebihi hadlaju. Notis ini juga disertakan tawaran kompaun jika pemilik kenderaan mengaku melakukan kesalahan. Ia dikeluarkan di bawah Seksyen 115 Akta Pengangkutan Jalan 1987 atau dikenalai dengan Notis Pol 170A. Jika pemilik tidak mengaku kesalahan maka kompaun tidak perlu dibayar kerana kompaun itu hanyalah tawaran. Jika pemilik tidak membayar kompaun sepatutnya pemilik disaman supaya hadir ke Mahkamah bagi menjawap tuduhan memandu melebihi hadlaju. Kemudian proses mahkamah yang dijelaskan sebelum ini akan berlaku. Maka saman itu akan selesai dan tidak tertunggak. Masalah timbul apabila pihak berkuasa terus menghukum pemilik supaya membayar kompaun sedangkan kesalahan tidak dibuktikan. Kompaun bukan denda tetapi tawaran. Dendan hanya boleh dikeluarkan dan diarahkan oleh Mahkamah. Bukan Polis dan bukan JPJ. Inilah penyalah gunaan kuasa dan peraturan oleh pihak berkuasa. Mereka bertindak melebihi kuasa yang diberikan. Mereka bertindak sebagai penghukum sedangkan tugas itu hanya ada pada Mahkamah.

    Justeru kepada semua rakyat Malaysia, ketahui hak anda, jangan mudah terpedaya dengan tawaran dan penindasan. Gunakan hak anda... TIADA SIAPA BOLEH MEMAKSA ANDA MEMBAYAR SESUATU YANG ANDA TIDAK LAKUKAN. Anda Mampu Mengubahnya.
    Bagaimana JPJ boleh menhalang pembaharuan cukai jalan?

    1) Seksyen 17(1)(d) Akta Pengangkutan Jalan 1987 (Pindaan) 2010
    JPJ berkuasa menghalang seseorang melakukan apa-apa transaksi termasuk perbaharui cukai jalan tetapi setelah JPJ BERPUASHATI bahawa seseorang ada perkara yang belum selesai dengan JPJ dan Polis.
    Bagaimana JPJ hendak BERPUASHATI?
    2) Seksyen 17(2) Akta Pengangkutan Jalan 1987 (Pindaan) 2010
    JPJ hendaklah memberikan peluang kepada seseorang membuat representasi. Ini bermaksud JPJ hendaklah menjalankan siasatan adakah seseorang itu ada perkara yang belum selesai. Maka semua pihak perlu hadir iaitu pemilik kenderaan, JPJ dan Polis yang mengeluarkan saman. Perlu disiasat adakah saman yang dikatakan ada kepada seseorang itu betul atau tidak. Sudah dibuktikan di mahakamh atau tidak. Jika tidak maka JPJ tidak boleh menyenarai hitam. Inilah maksud BERPUASHATI
    3) Seksyen 17(5) Akta Pengangkutan Jalan 1987 (Pindaan) 2010
    Jika dihalang daripada perbaharui cukai jalan maka Pengarah JPJ hendaklah maklumkan kepada Ketua Pengarah pengangkutan, di mana Ketua Pengarah hendaklah maklumkan secara bertulis dalam tempoh 14 hari kepada pemilik kenderaan tentang alasan halangan dibuat ke atas pemilik. Adakah notis ini pernah dikeluarkan kepada pemilik?

    Jika anda dihalang daripada perbaharui cukai jalan tanpa alasan yang sah anda boleh:

    a) Minta alasan bertulis daripada JPJ kenapa anda dihalang.
    b) Minta JPJ perbaharui cukai jalan dengan segera jika alasan bertulis itu tidak munasabah dan tidak betul.
    c) Jika JPJ enggan mematuhi permintaan anda, anda boleh menyaman/menuntut di Mahkamah untuk gantirugi kehilangan penggunaan kenderaan anda dan kesusahan anda kerana tidak boleh menggunakan kenderaan.

    Zulhazmi Shariff ialah Penasihat Undang-Undang Kempen Anti Saman Ekor (KASE)

    P/S :   JANGAN JADI RAKYAT YANG SEDANG & TERUS-TERUS DI TINDAS.........

    ehsan dari gsrforum.net

    Read more »